BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Minat belajar merupakan faktor yang sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, minat merupakan sifat yang relatif menetap pada diri seseorang. Minat besar sekali pengaruhnya terhadap kegiatan seseorang, sebab dengan minat akan melakukan sesuatu yang diminatinya dan sebaliknya tanpa minat seseorang tidak mungkin melakukan sesuatu. Minat yang kuat akan menimbulkan usaha yang gigih dan tidak mudah putus asa dalam menghadapi tantangan.
Menurut Tim Pengembangan MKDK FKIP Semarang (1996) dalam Faisal (2011), minat mempunyai ciri-ciri antara lain: (1) minat tidak dibawa sejak lahir melainkan dibentuk dan dipelajari selama perkembangan anak tersebut dalam hubungannya dengan obyek, (2) minat dapat berubah-ubah, (3) minat tidak dapat berdiri sendiri melainkan mengandung relasi terhadap suatu obyek, (4) minat mempunyai segi motivasi dan perasaaan.
Banyak permasalahan yang timbul dalam proses pembelajaran matematika di sekolah-sekolah. Permasalahan yang sering dijumpai dalam proses pembelajaran matematika adalah rendahnya pemahaman dan minat belajar siswa. Pada umumnya, masih banyak siswa yang kurang menyukai mata pelajaran matematika. Ketika proses pembelajaran, siswa terkadang terlihat malas, bosan dan jenuh sehingga tidak tercipta suasana proses pembelajaran yang menyenangkan.
Salah satu faktor yang mempengaruhi hal tersebut adalah rendahnya pemahaman dan minat belajar siswa. Minat mempunyai peranan yang sangat penting dalam belajar. Apabila mata pelajaran yang tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan belajar dengan semangat. Rendahnya pemahaman dan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran juga dipengaruhi oleh cara mengajar guru. Proses pembelajaran yang sering digunakan oleh guru bersifat monoton. Menurut Slameto (2003), minat besar pengaruhnya terhadap prestasi belajar, karena apabila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya karena tidak ada daya tarik baginya.
B. Rumusan Masalah
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Minat belajar merupakan faktor yang sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, minat merupakan sifat yang relatif menetap pada diri seseorang. Minat besar sekali pengaruhnya terhadap kegiatan seseorang, sebab dengan minat akan melakukan sesuatu yang diminatinya dan sebaliknya tanpa minat seseorang tidak mungkin melakukan sesuatu. Minat yang kuat akan menimbulkan usaha yang gigih dan tidak mudah putus asa dalam menghadapi tantangan.
Menurut Tim Pengembangan MKDK FKIP Semarang (1996) dalam Faisal (2011), minat mempunyai ciri-ciri antara lain: (1) minat tidak dibawa sejak lahir melainkan dibentuk dan dipelajari selama perkembangan anak tersebut dalam hubungannya dengan obyek, (2) minat dapat berubah-ubah, (3) minat tidak dapat berdiri sendiri melainkan mengandung relasi terhadap suatu obyek, (4) minat mempunyai segi motivasi dan perasaaan.
Banyak permasalahan yang timbul dalam proses pembelajaran matematika di sekolah-sekolah. Permasalahan yang sering dijumpai dalam proses pembelajaran matematika adalah rendahnya pemahaman dan minat belajar siswa. Pada umumnya, masih banyak siswa yang kurang menyukai mata pelajaran matematika. Ketika proses pembelajaran, siswa terkadang terlihat malas, bosan dan jenuh sehingga tidak tercipta suasana proses pembelajaran yang menyenangkan.
Salah satu faktor yang mempengaruhi hal tersebut adalah rendahnya pemahaman dan minat belajar siswa. Minat mempunyai peranan yang sangat penting dalam belajar. Apabila mata pelajaran yang tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan belajar dengan semangat. Rendahnya pemahaman dan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran juga dipengaruhi oleh cara mengajar guru. Proses pembelajaran yang sering digunakan oleh guru bersifat monoton. Menurut Slameto (2003), minat besar pengaruhnya terhadap prestasi belajar, karena apabila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya karena tidak ada daya tarik baginya.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah matematika penting bagi pemecahan masalah bagi kehidupan sehari-hari siswa?
2. Apakah peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dapat membantu dalam kehidupan sehari-hari?
3. Bagaimana minat belajar siswa di SMP 1 PGRI, Kasihan khususnya mata pelajaran Matematika?
C. Tujuan
1. Mengetahui pentingnya matematika dalam pemecahanan masalah bagi kehidupan sehari-hari bagi siswa
khususnya siswa kelas VIII B SMP 1 PGRI Kasihan.
2. Mengetahui matematika dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas VIII B SMP 1 PGRI Kasihan.
3. Mengetahui respon belajar siswa di SMP 1 PGRI, Kasihan terhadap pembelajaran matematika?
D. Manfaat
2. Mengetahui matematika dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas VIII B SMP 1 PGRI Kasihan.
3. Mengetahui respon belajar siswa di SMP 1 PGRI, Kasihan terhadap pembelajaran matematika?
D. Manfaat
Adapun manfaat yang diharapkan dalam pengisian angket ini adalah:
1. Bagi Guru, sebagai sumber informasi tentang respon terhadap mata pelajaran matematika.
2. Bagi penulis, untuk menambah pengetahuan dan pengalaman dalam menganalis pengisian angket, mengetahui pengaruh matematika pada kemampuan pemecahan masalah siswa dalam kehidupan sehari-hari, serta memenuhi tugas Evaluasi Pembelajaran Matematika tahun 2014.
3. Bagi siswa, untuk mengetahui kemampuan siswa dalam pemecahan masalah matematika.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pendekatan Penelitian
Angket sebagai teknik pengumpulan data
Pengumpulan data merupakan bagian dari serangkain penelitian yang dilakukan. Umumnya angket dapat berbentuk pertanyaan atau pernyataan yang diberikan kepada responden untuk dijawab. Hasil jawaban dari para responden inilah yang dijadikan sebagai data penelitian.
Menurut Kusumah (2011:78) Kuesioner adalah daftar pertanyaan tertulis yang diberikan kepada subjek yang diteliti untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan peneliti. Kuesioner ada dua macam yaitu kuesioner berstruktur atau bentuk tertutup dan kuesioner tidak terstruktur atau terbuka. Kuesioner tertutup berisikan pertanyaan yang disertai dengan pilihan jawaban. Kuesioner terbuka berisi pertanyaan yang tidak disertai dengan jawaban.
Menurut Sugiyono (2011:199-203) Angket adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Angket merupakan teknik pengumpulan data yang efisien jika peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang tidak bisa diharapkan dari responden. Angket sebagai teknik pengumpulan data sangat cocok untuk mengumpulkan data dalam jumlah besar.
Uma Sekaran (dalam Sugiyono), mengemukakan beberapa prinsip dalam penulisan angket sebagai teknik pengumpulan data, yaitu prinsip penulisan, pengukuran, dan penampilan fisik.
Prinsip penulisan angket
Prinsip ini menyangkut beberapa faktor yaitu isi dan tujuan pertanyaan, bahasa yang digunakan mudah, perntanyaan tertutup terbuka tujuan pernyataan, bahasa yang digunakan mudah, pernyataan tertutup terbuka-negatif positif, pernyataan tidak mendua, tidak menanyakan hal-hal yang sudah, pertanyaan tidak mengarahkan, panjang pertanyaan, dan urutan pertanyaan.
Pengumpulan data merupakan bagian dari serangkain penelitian yang dilakukan. Umumnya angket dapat berbentuk pertanyaan atau pernyataan yang diberikan kepada responden untuk dijawab. Hasil jawaban dari para responden inilah yang dijadikan sebagai data penelitian.
Menurut Kusumah (2011:78) Kuesioner adalah daftar pertanyaan tertulis yang diberikan kepada subjek yang diteliti untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan peneliti. Kuesioner ada dua macam yaitu kuesioner berstruktur atau bentuk tertutup dan kuesioner tidak terstruktur atau terbuka. Kuesioner tertutup berisikan pertanyaan yang disertai dengan pilihan jawaban. Kuesioner terbuka berisi pertanyaan yang tidak disertai dengan jawaban.
Menurut Sugiyono (2011:199-203) Angket adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Angket merupakan teknik pengumpulan data yang efisien jika peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang tidak bisa diharapkan dari responden. Angket sebagai teknik pengumpulan data sangat cocok untuk mengumpulkan data dalam jumlah besar.
Uma Sekaran (dalam Sugiyono), mengemukakan beberapa prinsip dalam penulisan angket sebagai teknik pengumpulan data, yaitu prinsip penulisan, pengukuran, dan penampilan fisik.
Prinsip penulisan angket
Prinsip ini menyangkut beberapa faktor yaitu isi dan tujuan pertanyaan, bahasa yang digunakan mudah, perntanyaan tertutup terbuka tujuan pernyataan, bahasa yang digunakan mudah, pernyataan tertutup terbuka-negatif positif, pernyataan tidak mendua, tidak menanyakan hal-hal yang sudah, pertanyaan tidak mengarahkan, panjang pertanyaan, dan urutan pertanyaan.
Menurut Arikunto (2010:268)
Prosedur penyusunan angket adalah sebagai berikut:
a. Merumuskan tujuan yang akan dicapai dalam kuisoner.
b. Mengidentifikasikan variabel yang akan dijadikan sasaran kuesioner
c. Menjabarkan setiap variabel menjadi sub-variabel yang lebih spesifik dan tunggal.
d. Menentukan jenis data yang akan dikumpulkan, sekaligus untuk menentukan teknik analisinya.
B. Objek Penelitian
Prosedur penyusunan angket adalah sebagai berikut:
a. Merumuskan tujuan yang akan dicapai dalam kuisoner.
b. Mengidentifikasikan variabel yang akan dijadikan sasaran kuesioner
c. Menjabarkan setiap variabel menjadi sub-variabel yang lebih spesifik dan tunggal.
d. Menentukan jenis data yang akan dikumpulkan, sekaligus untuk menentukan teknik analisinya.
B. Objek Penelitian
1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. (Sugiyono, 2009).
Pada penelitian ini yang menjadi populasi adalah siswa kelas VIII sebanyak kelas VII B di SMP 1 PGRI Kasihan Yogyakarta Tahun Akademik 2013/2014. Adapun penulis mengambil populasi dari kelas tersebut yang berjumlah 33 orang.
2. Sampel
Sampel adalah sebagian dari populasi yang memiliki karakteristik yang sama dengan populasi. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik probability sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap 63 unsur (anggota) populasi untuk dipilih sebagai anggota sampel. Teknik probability sampling ini ada bermacam-macam yaitu simple random sampling, proportionate stratified random sampling, disproportionate stratified random, sampling area (cluster) sampling (Sugiyono, 2010:120). Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang akan diteliti (Suharsimi Arikunto, 2010: 109). Pengambilan sampel untuk penelitian menurut Suharsimi Arikunto (2010: 112), jika subjeknya kurang dari 100 orang sebaiknya diambil semuanya, jika subjeknya besar atau lebih dari 100 orang dapat diambil 10-15% atau 20-25% atau lebih.
Karena jumlah populasi dalam penelitian ini cukup banyak, teknik penyempelan yang digunakan adalah teknik sampling kuota yaitu mengambil sampel dari populasi sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. Pada penelitian ini yang menjadi sampel adalah siswa kelas VIIB SMP PGRI Kasihan Tahun Akademik 2013/2014, sebanyak 27 orang, karena jumlah sampel sudah penulis tentukan dari awal. Adapun alasan lain yaitu keterbatasan sumberdaya (biaya, tenaga, dan waktu).
C. Lokasi dan Waktu
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. (Sugiyono, 2009).
Pada penelitian ini yang menjadi populasi adalah siswa kelas VIII sebanyak kelas VII B di SMP 1 PGRI Kasihan Yogyakarta Tahun Akademik 2013/2014. Adapun penulis mengambil populasi dari kelas tersebut yang berjumlah 33 orang.
2. Sampel
Sampel adalah sebagian dari populasi yang memiliki karakteristik yang sama dengan populasi. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik probability sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap 63 unsur (anggota) populasi untuk dipilih sebagai anggota sampel. Teknik probability sampling ini ada bermacam-macam yaitu simple random sampling, proportionate stratified random sampling, disproportionate stratified random, sampling area (cluster) sampling (Sugiyono, 2010:120). Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang akan diteliti (Suharsimi Arikunto, 2010: 109). Pengambilan sampel untuk penelitian menurut Suharsimi Arikunto (2010: 112), jika subjeknya kurang dari 100 orang sebaiknya diambil semuanya, jika subjeknya besar atau lebih dari 100 orang dapat diambil 10-15% atau 20-25% atau lebih.
Karena jumlah populasi dalam penelitian ini cukup banyak, teknik penyempelan yang digunakan adalah teknik sampling kuota yaitu mengambil sampel dari populasi sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. Pada penelitian ini yang menjadi sampel adalah siswa kelas VIIB SMP PGRI Kasihan Tahun Akademik 2013/2014, sebanyak 27 orang, karena jumlah sampel sudah penulis tentukan dari awal. Adapun alasan lain yaitu keterbatasan sumberdaya (biaya, tenaga, dan waktu).
C. Lokasi dan Waktu
Lokasi penelitian dilaksanakan di SMP 1 PGRI Kasihan. Waktu penelitian dilakukan dalam kurang 1 x pertemuan mata pelajaran + 20 menit, tanggal 24 Mei 2014 dimulai pukul 09.15
D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis untuk mendapatkan data penelitian ini adalah sebagai berikut:
Menurut Sugiyono (2009) angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Angket merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden. Angket dapat berupa pertanyaan tertutup atau terbuka.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan angket tertutup yaitu seperangkat pernyataan dengan jawaban yang tersedia yang harus dipilih oleh responden, dimana responden hanya memilih skor antara 1 - 4 dengan kriteria 1:tidak setuju 2: kurang setuju 3: setuju 4: sangat setuju.Pernyataan positif maupun negatif tentang matematika . Angket ini digunakan untuk mencari tanggapan dari responden terhadap motivasi, minat belajar dari siswa SMP terhadap matematika dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari yang sudah dipelajari.
E. Teknik Pengolahan Data
Teknik pengolahan data merupakan langkah dalam mengolah data yang telah didapat untuk dijadikan hasil penelitian sehingga dapat ditarik kesimpulan.
F. Hasil Penelitian
D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis untuk mendapatkan data penelitian ini adalah sebagai berikut:
Menurut Sugiyono (2009) angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Angket merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden. Angket dapat berupa pertanyaan tertutup atau terbuka.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan angket tertutup yaitu seperangkat pernyataan dengan jawaban yang tersedia yang harus dipilih oleh responden, dimana responden hanya memilih skor antara 1 - 4 dengan kriteria 1:tidak setuju 2: kurang setuju 3: setuju 4: sangat setuju.Pernyataan positif maupun negatif tentang matematika . Angket ini digunakan untuk mencari tanggapan dari responden terhadap motivasi, minat belajar dari siswa SMP terhadap matematika dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari yang sudah dipelajari.
E. Teknik Pengolahan Data
Teknik pengolahan data merupakan langkah dalam mengolah data yang telah didapat untuk dijadikan hasil penelitian sehingga dapat ditarik kesimpulan.
F. Hasil Penelitian
Setelah melakukan penelitian di SMP 1 Kasihan, peneliti menggunakan kelas VII B dengan banyak siswa 33 orang dan banyak responden 27 siswa diperoleh bahwa minat siswa yang antusias mengikuti pelajaran matematika serta yang sangat menyukai, mengganggap matematika sangat penting bagi kehidupan adalah 36 %, yang suka matematika, beranggapan matematika berguna ada 29 %, yang sedikit menyukai matematika 27 %, yang tidak senang mengikuti pelajaran matematika dan mengganggap matematika tidak berguna 8 %. Dengan pengolahan data sebagai berikut:
LAMPIRAN DATA
POSITIF
TIDAK SETUJU 35
SEDIKIT SETUJU 184
SETUJU 182
SANGAT SETUJU 199
NEGATIF
TIDAK SUKA 207
SEDIKIT SUKA 148
SUKA 117
SANGAT SUKA 54
Dari kedua data diatas diperoleh bahwa:
Tidak Setuju 89
Kurang Setuju 301
Setuju 332
Sangat Setuju 406
BAB III
KESIMPULAN
A. Simpulan
Dari penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa minat belajar siswa di Kelas VII B SMP 1 PGRI Kasihan, masih rendah, yang di pengaruhi kurangnya pengoptimalan media, sarana dan prasarana.
B. Kritik dan Saran
POSITIF
TIDAK SETUJU 35
SEDIKIT SETUJU 184
SETUJU 182
SANGAT SETUJU 199
NEGATIF
TIDAK SUKA 207
SEDIKIT SUKA 148
SUKA 117
SANGAT SUKA 54
Dari kedua data diatas diperoleh bahwa:
Tidak Setuju 89
Kurang Setuju 301
Setuju 332
Sangat Setuju 406
BAB III
KESIMPULAN
A. Simpulan
Dari penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa minat belajar siswa di Kelas VII B SMP 1 PGRI Kasihan, masih rendah, yang di pengaruhi kurangnya pengoptimalan media, sarana dan prasarana.
B. Kritik dan Saran
Dari hasil penelitian ini peneliti sadar bahwa hasil penelitian masih jauh dari kata sempurna, untuk itu peneliti meminta kritik dan saran dari pembaca agar lebih baik dalam penyusunan.
0 Response to "Laporan Angket"
Posting Komentar